Iklan Kiri
Iklan Kanan
Nasional

Hetifah Sjaifudian Apresiasi Antusiasme Masyarakat dalam LOBO XXI 2026 sebagai Wadah Aspirasi RUU Sisdiknas”

3
×

Hetifah Sjaifudian Apresiasi Antusiasme Masyarakat dalam LOBO XXI 2026 sebagai Wadah Aspirasi RUU Sisdiknas”

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Antusiasme masyarakat yang luar biasa dalam ajang Lomba Orasi Bintang Orator (LOBO) XXI 2026 menjadi sinyal positif bagi penguatan partisipasi publik dalam proses legislasi di Indonesia. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Bagian Televisi dan Radio Parlemen, Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR RI ini, dinilai telah bertransformasi menjadi wadah kreatif yang efektif untuk menjaring pemikiran segar masyarakat, khususnya terkait pembaruan sistem pendidikan nasional.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, memberikan apresiasi tinggi atas besarnya minat publik terhadap tema “Masukan terhadap RUU Sistem Pendidikan Nasional” yang diangkat tahun ini. Sebanyak 293 peserta yang tersebar dari Aceh hingga Papua turut serta menyumbangkan perspektif mereka. Keberagaman peserta yang berasal dari lintas generasi dan profesi, mulai dari pelajar dan akademisi hingga pengemudi ojek daring, membuktikan bahwa isu pendidikan telah menjadi perhatian mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Dalam wawancaranya di Gedung Nusantara II, Senayan, Hetifah menekankan bahwa latar belakang peserta yang bervariasi ini memperkaya khazanah pemikiran yang diterima oleh DPR RI. Peserta tidak hanya datang dengan kritik terhadap kondisi pendidikan saat ini, tetapi juga menawarkan solusi konkret mengenai pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas tenaga pendidik, skema pembiayaan pendidikan, hingga penegakan prinsip keadilan akses bagi seluruh warga negara.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut memandang LOBO sebagai sarana strategis untuk menjembatani aspirasi autentik masyarakat dengan proses pembentukan undang-undang. Melalui pendekatan partisipatif yang unik ini, DPR RI dapat menyerap ide-ide baru yang mungkin tidak tertangkap dalam forum formal biasa. Oleh karena itu, ia mendorong agar forum serupa lebih sering dilaksanakan untuk membahas berbagai isu strategis lainnya guna memastikan setiap kebijakan yang diambil memiliki landasan yang kuat dari keinginan rakyat.

Terkait jalannya kompetisi, Hetifah mengakui bahwa kualitas para peserta tahun ini meningkat drastis sehingga membuat proses penjurian berlangsung cukup ketat. Setelah melalui seleksi terhadap ratusan peserta, dewan juri akhirnya menetapkan 15 finalis hingga terpilih tiga pemenang terbaik dan satu pemenang favorit. Tingginya partisipasi ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk terus aktif memberikan gagasan konstruktif demi perbaikan dan kemajuan bangsa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *