Iklan Kiri
Iklan Kanan
Riau

BEM Kristiani Provinsi Riau Pelopori Seminar Ekoteologi Pertama di Riau, Gandeng Polda Riau dan STT STAR

19
×

BEM Kristiani Provinsi Riau Pelopori Seminar Ekoteologi Pertama di Riau, Gandeng Polda Riau dan STT STAR

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, 31 Mei 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kristiani Provinsi Riau kembali menunjukkan perannya sebagai motor penggerak isu-isu strategis di kalangan generasi muda. Kali ini, organisasi mahasiswa lintas kampus tersebut mencatat sejarah baru dengan menggelar Seminar Nasional Ekoteologi pertama di Provinsi Riau yang melibatkan unsur akademisi, mahasiswa, tokoh keagamaan, serta jajaran Kepolisian Daerah Riau.

Mengangkat tema “Iman dan Lingkungan: Peran Generasi Muda Kristen dalam Menjawab Krisis Ekologi”, seminar ini terselenggara melalui kolaborasi BEM Kristiani Provinsi Riau bersama Sekolah Tinggi Teologi Soteria Riau (STT STAR). Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Riau, Kombes Pol Eko Budhi Purwono, sebagai narasumber utama yang membagikan pengalaman dan gagasannya mengenai pelestarian lingkungan melalui pendekatan Green Policing.

Ketua BEM Kristiani Provinsi Riau, Gabriel Marchelino, menegaskan bahwa seminar ini lahir dari keprihatinan terhadap semakin kompleksnya persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, generasi muda Kristen memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk turut mengambil bagian dalam menjaga kelestarian alam sebagai wujud nyata pengamalan iman.

“Persoalan lingkungan bukan hanya isu ilmiah atau kebijakan semata, tetapi juga persoalan moral dan spiritual. Melalui seminar ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan hidup adalah bagian dari panggilan iman untuk merawat ciptaan Tuhan,” ujar Gabriel.

Dalam pemaparannya, Kombes Pol Eko Budhi Purwono menekankan pentingnya membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan melalui sinergi berbagai pihak. Ia menjelaskan bahwa upaya menjaga kelestarian alam tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan generasi muda.

Melalui program Green Policing yang selama ini dijalankan Polda Riau, kata Eko, kepolisian berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih humanis dan partisipatif dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian alam.

Kehadiran Dir Binmas Polda Riau dalam forum akademik dan keagamaan tersebut menjadi simbol kuat bahwa isu lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijawab melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara dunia pendidikan, organisasi kemahasiswaan, dan institusi negara dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan krisis ekologi yang semakin nyata.

Sementara itu, pihak STT STAR menyambut positif inisiatif yang digagas BEM Kristiani Provinsi Riau. Perguruan tinggi teologi tersebut menilai pendekatan ekoteologi menjadi sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman, sekaligus memperkuat pemahaman bahwa iman tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sebagai penggagas seminar ekoteologi pertama di Provinsi Riau, BEM Kristiani Provinsi Riau berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya gerakan mahasiswa yang lebih aktif dalam mengkampanyekan pelestarian lingkungan hidup. Tidak hanya berhenti pada ruang diskusi, seminar ini diharapkan mampu melahirkan aksi nyata dan kolaborasi berkelanjutan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Seminar ini bukan sekadar wadah bertukar gagasan, tetapi titik awal membangun gerakan bersama yang menghubungkan iman, ilmu pengetahuan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami ingin mendorong lahirnya kolaborasi yang berkelanjutan demi menjaga bumi sebagai rumah bersama,” tutup Gabriel Marchelino.

Dengan terselenggaranya seminar ini, BEM Kristiani Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong generasi muda menjadi pelopor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Provinsi Riau. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *