Iklan Kiri
Iklan Kanan
Nasional

BEM KRISTIANI SELURUH INDONESIA GELAR DISKUSI PUBLIK DAN FESTIVAL PANCASILA, TEGASKAN PERAN MAHASISWA DALAM MENJAGA PERSATUAN DAN DEMOKRASI

16
×

BEM KRISTIANI SELURUH INDONESIA GELAR DISKUSI PUBLIK DAN FESTIVAL PANCASILA, TEGASKAN PERAN MAHASISWA DALAM MENJAGA PERSATUAN DAN DEMOKRASI

Sebarkan artikel ini

Jakarta, 4 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, BEM Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik dan Festival Pancasila dengan tema “Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Pancasila dalam Semangat Persatuan dan Pelayanan untuk Indonesia” pada Kamis (4/6/2026) di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Katharos Indonesia.

Kegiatan yang diikuti oleh 65 peserta ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan menjadi ruang refleksi bersama mengenai pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di tengah berbagai tantangan zaman.

Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara. Selanjutnya, sambutan sekaligus doa pembukaan disampaikan oleh Hertina selaku Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STT Katharos Indonesia.

Dalam sambutannya, Hertina menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa yang mampu mempersatukan keberagaman Indonesia. Ia mengajak mahasiswa untuk terus menanamkan semangat kebangsaan, toleransi, serta pelayanan kepada sesama sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia, Charles Gilbert, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pancasila tetap menjadi perekat bangsa di tengah dinamika sosial, politik, dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks.

“Mahasiswa harus hadir sebagai agen pemersatu bangsa, menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional melalui semangat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Pancasila bukan hanya untuk dihafal, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegas Charles Gilbert.

Diskusi publik menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang organisasi dan akademik yang membahas relevansi Pancasila dalam kehidupan generasi muda.

Pemateri pertama, Fairuz Nasution, Ketua Bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), mengangkat tema “Peran Pemuda dalam Menjaga Persatuan dan Merawat Demokrasi Indonesia.” Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia melalui partisipasi politik yang konstruktif, dialog yang sehat, serta penolakan terhadap hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk provokasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

Sementara itu, Imanuel Delau, Ketua Senat Mahasiswa STT Katharos Indonesia, membawakan materi bertajuk “Menghidupi Nilai-Nilai Pancasila melalui Semangat Pelayanan dan Kebhinekaan.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata berupa pelayanan sosial, gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, serta kolaborasi lintas agama dan organisasi demi terciptanya Indonesia yang harmonis dan damai.

Pemateri ketiga, Angga Febrianda, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Visioner Indonesia, menyampaikan materi “Peran Strategis Mahasiswa dalam Menjaga Persatuan Nasional dan Demokrasi Damai.” Ia menyoroti tantangan persatuan bangsa di era digital dan pentingnya peran mahasiswa sebagai pelopor literasi digital dalam menangkal radikalisme, intoleransi, serta penyebaran informasi yang menyesatkan.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang membahas implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus, tantangan demokrasi di era digital, serta strategi memperkuat persatuan nasional di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Moderator kegiatan, Jeremi Sianturi, dalam kesimpulannya menegaskan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, penjaga demokrasi, dan pemersatu bangsa. Oleh karena itu, generasi muda perlu terus memperkuat literasi digital, mengembangkan budaya gotong royong, menjunjung tinggi toleransi, serta membangun kolaborasi lintas kelompok demi terwujudnya Indonesia yang damai, harmonis, dan berkeadilan.

Kegiatan Diskusi Publik dan Festival Pancasila yang berlangsung hingga pukul 14.00 WIB ini menjadi bukti nyata komitmen BEM Kristiani Seluruh Indonesia dalam merawat semangat kebangsaan serta memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, BEM Kristiani Seluruh Indonesia berharap mahasiswa Indonesia semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta terus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, demokrasi, dan kemajuan bangsa menuju Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing.

“Pancasila Rumah Bersama, Persatuan untuk Indonesia.” (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *