Advertisement

Merpatianugrah.com Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Kristen Seluruh Indonesia (BEM KSI) menegaskan sikapnya sebagai gerakan mahasiswa dan aktivis nasional menolak keras wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian mana pun. BEM KSI menilai wacana tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap Reformasi 1998.
Ketua Umum BEM KSI, Charles Gilbert, menyatakan bahwa Reformasi merupakan mandat sejarah dan moral yang diperjuangkan oleh mahasiswa dan rakyat untuk memastikan aparat penegak hukum berdiri independen dan tidak tunduk pada kekuasaan birokrasi.
“Sebagai aktivis, kami tidak mau ada pengkhianatan terhadap Reformasi. Wacana Polri di bawah kementerian apa pun adalah langkah mundur yang mencederai demokrasi,” tegas Charles Gilbert.
Ia menilai, penurunan posisi Polri ke bawah struktur kementerian berpotensi membuka ruang intervensi kekuasaan dan melemahkan netralitas penegakan hukum.
“Polri adalah alat negara, bukan alat kekuasaan administratif. Jika independensinya dilemahkan, maka yang dikorbankan adalah keadilan dan kepercayaan publik,” ujarnya.
Charles menegaskan bahwa mahasiswa dan aktivis akan terus mengawal arah kebijakan negara dan tidak akan diam jika nilai-nilai Reformasi digeser secara perlahan.
“Reformasi bukan simbol kosong. Jika ada upaya membawa bangsa ini mundur, kami siap berdiri di garis depan untuk menjaga Reformasi,” lanjutnya.
BEM KSI menyerukan kepada pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk menghentikan wacana yang melemahkan independensi Polri serta membuka ruang dialog publik yang demokratis.
“Reformasi adalah milik rakyat. Kami akan menjaganya,” pungkas Charles Gilbert.
Advertisement
Advertisement
Jalan Damai II, Gang Sentul, Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau