
Merpatianugrah.com Jakarta Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) melalui Koordinator Pusat Charles Gilbert menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, atas keberhasilan BNN bersama Interpol dan otoritas Kamboja dalam menangkap Dewi Astutik, salah satu bandar narkoba kelas kakap yang telah lama menjadi buronan internasional.
Dewi Astutik diketahui merupakan otak penyelundupan sabu dengan nilai mencapai Rp 5 triliun, bagian dari jaringan narkotika internasional yang selama ini merusak masa depan generasi bangsa. Penangkapannya di Kamboja menjadi bukti nyata bahwa kejahatan narkoba tidak mengenal batas negara dan hanya bisa ditangani dengan operasi lintas lembaga yang kuat.
Charles Gilbert menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan keseriusan BNN dalam memerangi narkoba dengan pendekatan profesional, terukur, dan tegas. “Penangkapan Dewi Astutik adalah pukulan telak terhadap sindikat narkoba internasional. Ini menunjukkan bahwa negara tidak main-main dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika,” ujar Charles.
BEM KSI menilai operasi ini merupakan momentum penting dalam pemberantasan narkoba di Indonesia. Sinergi BNN, Interpol, BAIS, dan otoritas Kamboja menunjukkan betapa kuatnya komitmen penegak hukum untuk memburu dan menangkap para bandar besar yang mencoba bersembunyi di luar negeri.
Charles menambahkan, “Kami memberikan apresiasi penuh kepada Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dan seluruh tim atas dedikasi dan kerja keras mereka. Kami berharap langkah-langkah seperti ini terus diperkuat untuk memutus mata rantai peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya.”
BEM KSI berkomitmen terus mendukung setiap upaya negara dalam memberantas narkoba demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa.
