Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Breaking News

Dinas Pendidikan Pesawaran Dinilai Kurang Responsif, Ada Apa dengan Kepala dinas pendidikan, Apa ada Bangkai di tutupi kah.

59
×

Dinas Pendidikan Pesawaran Dinilai Kurang Responsif, Ada Apa dengan Kepala dinas pendidikan, Apa ada Bangkai di tutupi kah.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Merpatianugrah.com

Pesawaran —  di duga pejabat Dinas Pendidikan sengaja tidak mau nemuin awak media , ada apa dengan anggaran APBD pendidikan, Apa ada aroma busuk kah (03/12/25)

Example 300x600

Awak media telah beberapa kali mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran untuk meminta konfirmasi resmi. Namun hingga kini, belum ada pejabat yang dapat ditemui maupun memberikan tanggapan.

Terbaru, pada Jumat, 5 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, Kabiro Pesawaran kembali turun langsung ke kantor Dinas Pendidikan. Kedatangannya bertujuan meminta klarifikasi kepada Kepala Dinas Pendidikan, Anca Martha Utama N., S.STP., MM., MP, serta Kabid Pembinaan dan Pengembangan Ketenagaan, Pradana Utama, S.E., M.M. Namun keduanya kembali tidak berada di tempat. Dalam Kata Lain Ngumpet alias Bersembunyi.

Pihak dinas sebelumnya berjanji akan memberikan konfirmasi melalui telepon, namun hingga hari ini belum ada kabar lanjutan, baik panggilan maupun pesan.

Situasi ini menimbulkan kesan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran kurang responsif dan belum menunjukkan keterbukaan informasi, padahal hal tersebut merupakan kewajiban lembaga publik.

Tim Media berharap pihak Dinas Pendidikan dapat segera:

– Menyampaikan jadwal resmi pertemuan,

– Menunjuk pejabat penghubung informasi,

– Menjalankan prinsip transparansi dan pelayanan publik secara profesional.

Karna ada beberapa Temuan Anggaran yang fantastis sepertinya jadi Korupsi Berjamaah atau bener di korupsi kepala dinas nya.

Tim Media tetap siap menjalin komunikasi yang baik demi penyampaian informasi yang akurat untuk masyarakat.

Rilis . Faju Nusantara

Example 300250
Example 120x600
Breaking News

Merpatianugrah.com— BANYUWANGI Dugaan kekerasan terhadap sejumlah siswa di lingkungan Pondok Pesantren Baitus Salam, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi sorotan. Persoalan tersebut bahkan berujung pada laporan ke kepolisian setelah keluarga korban menilai proses mediasi sebelumnya belum memberikan penyelesaian yang mereka harapkan. Sedikitnya empat siswa disebut menjadi korban dugaan kekerasan. Mereka yakni Riski, siswa kelas IX SMP Negeri 2 Cluring; Kevin, siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Tamanagung; Rois, siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Cluring; dan Adit, siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Tamanagung. Menurut keterangan keluarga, Riski diduga mendapat tendangan pada bagian kaki dan pukulan di bagian belakang kepala. Sementara Kevin disebut mengalami dugaan pemukulan pada bagian pipi kanan dan kiri. Dua siswa lainnya, Rois dan Adit, juga disebut mengalami dugaan kekerasan pada bagian wajah. Mediasi Justru Dipersoalkan Persoalan tersebut sebelumnya sempat dimediasi oleh Kepala MTs Baitus Salam, Titik Indahwati. Namun, bukannya persoalan dianggap selesai, proses mediasi justru menuai keberatan dari pihak keluarga korban….