Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Breaking News

Kunjungan Kerja WAKO Dumai H Paisal Bersama Mentri Agraria Dan Tata Ruang,Status Tanah Yang Terindikasi Sebagai BMN

107
×

Kunjungan Kerja WAKO Dumai H Paisal Bersama Mentri Agraria Dan Tata Ruang,Status Tanah Yang Terindikasi Sebagai BMN

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Merpatianugrah.com_ JAKARTA – Wali Kota Dumai, H. Paisal melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, bertempat di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Pertemuan strategis ini difokuskan pada percepatan penyelesaian berbagai persoalan agraria yang ada di Kota Dumai.

Example 300x600

Beberapa poin utama yang menjadi pembahasan meliputi status tanah yang terindikasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) antara lain ex. Konsesi PT.CPI, Right of Way (ROW) jalan 100 meter di sisi kiri dan kanan Jalan Soekarno-Hatta, dan tanah indikasi BMN pada ruas Jalan Sudirman.

Pertemuan tersebut juga membedah langkah konkret penyelesaian hak atas tanah, konsolidasi tanah perkotaan, serta penyelesaian tumpang tindih lahan yang selama ini menjadi kendala investasi dan pembangunan infrastruktur di Kota Dumai.

Wali Kota Dumai, H. Paisal, menyampaikan bahwa koordinasi langsung dengan pemerintah pusat sangat krusial agar kepastian hukum atas tanah masyarakat Dumai segera terwujud.

“Kami hadir membawa harapan masyarakat Kota Dumai. Persoalan Konsesi ex. PT.CPI, ROW Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Jenderal Sudirman, serta beberapa titik sengketa lahan lainnya sudah menjadi atensi kami. Kami berharap melalui dukungan Bapak Menteri, kendala administratif terkait aset BMN dapat segera diurai. Legalitas hak atas tanah adalah kunci peningkatan ekonomi,” ujar H. Paisal.

Merespons hal tersebut, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, atau yang akrab disapa Gus Nusron, menegaskan komitmen kementeriannya untuk menyelesaikan konflik pertanahan dengan prinsip keadilan.

“Kami telah mencatat poin-poin krusial dari Kota Dumai, termasuk beberapa persoalan agraria lainnya yang dilaporkan. Terkait tanah yang terindikasi sebagai aset BMN, Kementerian akan segera melakukan koordinasi***/El

Example 300250
Example 120x600
Breaking News

Merpatianugrah.com— BANYUWANGI Dugaan kekerasan terhadap sejumlah siswa di lingkungan Pondok Pesantren Baitus Salam, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi sorotan. Persoalan tersebut bahkan berujung pada laporan ke kepolisian setelah keluarga korban menilai proses mediasi sebelumnya belum memberikan penyelesaian yang mereka harapkan. Sedikitnya empat siswa disebut menjadi korban dugaan kekerasan. Mereka yakni Riski, siswa kelas IX SMP Negeri 2 Cluring; Kevin, siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Tamanagung; Rois, siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Cluring; dan Adit, siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Tamanagung. Menurut keterangan keluarga, Riski diduga mendapat tendangan pada bagian kaki dan pukulan di bagian belakang kepala. Sementara Kevin disebut mengalami dugaan pemukulan pada bagian pipi kanan dan kiri. Dua siswa lainnya, Rois dan Adit, juga disebut mengalami dugaan kekerasan pada bagian wajah. Mediasi Justru Dipersoalkan Persoalan tersebut sebelumnya sempat dimediasi oleh Kepala MTs Baitus Salam, Titik Indahwati. Namun, bukannya persoalan dianggap selesai, proses mediasi justru menuai keberatan dari pihak keluarga korban….