
Jakarta Sjafrie Sjamsoeddin saat ini menjabat sebagai menteri pertahanan periode 2024-2029. Sosok purnawirawan TNI ini dikenal berpengalaman di bidang pertahanan dan keamanan, serta pernah menduduki berbagai posisi strategis di pemerintahan dan militer.
Sosok Sjafrie Sjamsoeddin
Sjafrie Sjamsoeddin lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 30 November 1952. Ia menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) bagian TNI Angkatan Darat dan lulus pada 1974.
Sejak awal kariernya, Sjafrie dikenal sebagai perwira dengan disiplin tinggi dan pengalaman luas dalam operasi teritorial maupun strategis.
Selama dinas militernya, Sjafrie memegang sejumlah jabatan penting, di antaranya komandan grup 1 Kopassandha (cikal bakal Kopassus), komandan korem 061/surya kencana, hingga panglima Kodam Jaya pada 1997.
Ia juga pernah menjabat sebagai aster kasum TNI, kapuspen TNI, dan sekretaris jenderal Kementerian Pertahanan pada 2005.
Pengalaman tersebut menegaskan perannya sebagai figur yang memahami struktur pertahanan Indonesia dari tingkat operasional hingga kebijakan strategis.
Pengalaman di Pemerintahan
Setelah pensiun dari militer aktif, Sjafrie melanjutkan pengabdian di pemerintahan. Ia diangkat menjadi wakil menteri pertahanan pada 2009-2014 di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam masa tugasnya, ia berperan memperkuat kerja sama pertahanan internasional, modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), serta pengembangan industri pertahanan dalam negeri.
Ia juga tercatat sebagai lulusan Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia, lembaga pendidikan strategis yang berfokus pada kajian kebijakan pertahanan negara.
Sebelum menjabat kembali pada Kabinet Merah Putih, Sjafrie sempat dipercaya sebagai menteri koordinator politik, hukum, dan keamanan (menko polhukam) ad interim, menunjukkan kepercayaan tinggi pemerintah terhadap kapasitasnya di bidang keamanan nasional.
Menteri pertahanan memiliki tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertahanan untuk membantu presiden dalam menjalankan pemerintahan negara.
Fungsinya mencakup perumusan dan pelaksanaan kebijakan pertahanan, pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan, serta pembinaan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Selain itu, menteri pertahanan berperan dalam koordinasi kebijakan pertahanan lintas sektor, pengawasan penggunaan anggaran pertahanan, dan penguatan diplomasi pertahanan luar negeri.
Peran ini menjadikan Kemhan sebagai elemen penting dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.
Visi dan Misi Kepemimpinan
Sebagai Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin membawa visi memperkuat kemandirian pertahanan nasional melalui modernisasi alutsista dan peningkatan kemampuan prajurit TNI.
Ia juga berkomitmen memperkuat industri pertahanan dalam negeri agar Indonesia tidak bergantung pada impor peralatan militer.
Misinya berfokus pada peningkatan kesiapan tempur, efektivitas pengelolaan sumber daya pertahanan, serta pengembangan sistem pertahanan rakyat semesta.
Dengan pendekatan profesional dan kolaboratif, ia menekankan pentingnya sinergi antara militer, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan nasional.
