
BANTAN – Pemerintah Kabupaten Bengkalis menegaskan bahwa pengetatan anggaran yang tengah berlangsung di level pusat maupun daerah tidak akan mengganggu kualitas pelayanan kepada masyarakat. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Bupati Bengkalis, Kasmarni, saat menggelar Safari Ramadan 1447 H di Kantor Camat Bantan, Kamis (26/2/2026).
Dalam arahannya, Bupati Kasmarni menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih cermat dan bertanggung jawab. Menurutnya, keterbatasan anggaran justru harus menjadi pemacu bagi seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja lebih efektif.
“Efisiensi ini adalah momentum bagi kita untuk memperbaiki tata kelola. Kualitas layanan publik tidak boleh berkurang, apalagi diabaikan. Kita harus memastikan setiap rupiah yang digunakan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi warga,” ujar Kasmarni.
Prioritas Sektor Strategis
Meskipun sedang dalam masa penghematan, Bupati perempuan pertama di Riau ini menjamin bahwa sektor-sektor vital tidak akan dipangkas. Fokus utama tetap tertuju pada:
- Pendidikan dan Kesehatan.
- Pembangunan infrastruktur dasar.
- Kemudahan pelayanan administrasi kependudukan.
Perubahan Format Safari Ramadan
Ada yang berbeda pada pelaksanaan Safari Ramadan tahun ini. Jika biasanya kegiatan dilakukan hingga malam hari, kali ini jadwal digeser menjadi pagi hingga sore hari. Perubahan ini bertujuan agar kunjungan kerja lebih efektif menjangkau banyak titik tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah tarawih warga di malam hari.
“Tujuannya tetap sama, yakni menyerap aspirasi dan mendengar langsung harapan masyarakat secara tatap muka,” tambahnya.
Sinergi dan Kondusivitas Wilayah
Di hadapan warga Kecamatan Bantan, Kasmarni juga menitipkan pesan agar masyarakat terus menjaga kebersamaan dan mendukung program nasional maupun daerah, seperti:
- Program ketahanan pangan.
- Percepatan penanggulangan kemiskinan.
- Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
Senada dengan hal tersebut, Camat Bantan, Rafli Kurniawan, mengapresiasi kehadiran bupati dan jajaran. Ia menilai kegiatan ini tetap menjadi sarana silaturahmi yang krusial untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di tingkat kecamatan.
