Merpatianugrah.com – Kementerian Keuangan Republik Indonesia secara resmi menyatakan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Filipina dalam mengusung Priority Economic Deliverables (PEDs) pada gelaran ASEAN Finance Track 2026. Dalam pertemuan daring The 13th ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AMFBG) yang berlangsung Jumat, 10 April 2026, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons yang sangat tepat waktu dan relevan dalam menghadapi badai ketidakpastian global yang kian dinamis.
Langkah strategis yang diambil Filipina melalui PEDs 2026 dinilai membuka pintu lebar bagi peningkatan ketahanan kawasan. Di tengah kepungan tantangan mulai dari fragmentasi ekonomi, disrupsi teknologi, hingga risiko perubahan iklim dan ketegangan geopolitik, inisiatif ini menjadi cerminan komitmen kuat negara-negara di Asia Tenggara untuk melakukan transformasi digital secara masif sekaligus memperkuat inklusivitas ekonomi.
Wamenkeu Juda Agung menjelaskan bahwa fokus pada inisiatif konkret dan berpandangan jauh ke depan akan memposisikan ASEAN dalam posisi yang lebih tangguh. Prioritas ini tidak hanya membantu kawasan merespons tantangan yang ada, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk meraih berbagai peluang pertumbuhan baru di masa depan.
Salah satu poin penting yang mendapat sorotan positif adalah fokus Filipina pada kesehatan finansial (financial health) sebagai prioritas regional. Hal ini dinilai sangat selaras dengan arah kebijakan nasional Indonesia yang kini tengah bertransformasi, beralih dari sekadar mengejar angka inklusi keuangan menuju pendekatan kesejahteraan yang lebih mendalam. Pendekatan baru ini menitikberatkan pada ketahanan finansial individu, cara pengelolaan keuangan yang cerdas, serta jaminan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Melalui penguatan kesehatan finansial, Indonesia yakin kualitas inklusi keuangan di kawasan akan meningkat signifikan, yang pada akhirnya memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Asia Tenggara. Sebagai penutup, pemerintah Indonesia menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi secara intensif dengan seluruh anggota ASEAN guna memastikan seluruh visi jangka panjang ini dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang berdampak langsung pada daya saing dan kemakmuran bersama di kawasan.






