Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Wamenkeu Suahasil Nazara Tegaskan Defisit APBN Tetap Dijaga di Bawah 3 Persen

65
×

Wamenkeu Suahasil Nazara Tegaskan Defisit APBN Tetap Dijaga di Bawah 3 Persen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), meski banyak negara di dunia mulai melonggarkan disiplin fiskal di tengah tekanan ekonomi global.

Dalam Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy yang digelar di Jakarta, Wakil Menteri Keuangan menyampaikan bahwa kekuatan arsitektur fiskal Indonesia terbukti mampu menjaga keseimbangan antara disiplin anggaran dan pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap solid.

Example 300x600

Menurut Suahasil, penerapan kebijakan anggaran yang adaptif atau adaptive budget policy menjadi salah satu kunci utama menjaga ketahanan APBN di tengah ketidakpastian global. Ia mencontohkan keberhasilan pengelolaan APBN 2025 yang mampu melakukan efisiensi besar-besaran tanpa mengganggu jalannya pemerintahan.

“Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berhasil memangkas inefisiensi anggaran hingga hampir 9 persen di berbagai lini birokrasi. Langkah ini menyelamatkan anggaran negara hampir Rp170 triliun,” ujar Suahasil.

Meski dilakukan efisiensi besar, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tetap mampu bertahan kuat di level 5,11 persen. Pemerintah pun memastikan pengelolaan defisit tetap dilakukan secara hati-hati dan terukur.

Untuk tahun 2026, defisit APBN diproyeksikan berada di kisaran 2 persen. Sementara rancangan APBN 2027 disiapkan dalam rentang 1,8 hingga 2,4 persen sesuai arahan pemerintah kepada DPR RI.

Suahasil juga menyoroti kondisi sejumlah negara lain yang mulai melampaui batas aman defisit fiskal namun justru mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

“Banyak negara tidak lagi mematuhi batas defisit di bawah 3 persen, tetapi pertumbuhan ekonominya lebih rendah. Kombinasi disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan kekuatan ekonomi nasional,” tegasnya.

Ke depan, pemerintah akan mengarahkan kapasitas fiskal untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen, terutama melalui penguatan sektor infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.Selain itu, transformasi peran APBN juga akan difokuskan pada layanan publik dan perlindungan sosial, sementara investasi strategis nasional akan dikelola melalui Danantara. (Red)

Example 300250
Example 120x600