Merpatianugrah.com, Kabupaten Siak – Sinergi kuat ditunjukkan Bupati Siak, Afni Zulkifli, saat memboyong Anggota Komisi XII DPR RI, Iyeth Bustami, meninjau langsung kondisi Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) pada Selasa (28/4/2026). Langkah berani ini menjadi sinyalemen serius Pemerintah Kabupaten Siak dalam mendobrak hambatan investasi guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.
Bupati Afni menegaskan bahwa keberadaan KITB bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan jantung pertahanan ekonomi masa depan bagi masyarakat Siak. Dalam peninjauan tersebut, ia secara lugas meminta Iyeth Bustami untuk pasang badan di tingkat pusat, terutama dalam menjembatani berbagai kendala regulasi maupun teknis dengan kementerian terkait yang menjadi mitra kerja Komisi XII.
Afni menekankan bahwa kemandirian fiskal daerah hanya bisa dicapai jika sektor investasi melesat tanpa hambatan birokrasi yang berbelit. Ia menjanjikan akan ada kejutan positif terkait arus modal yang masuk ke KITB dalam waktu dekat, berkat strategi kolaborasi lintas sektoral yang tengah digencarkan.
Gayung bersambut, Iyeth Bustami yang dikenal vokal di parlemen mengapresiasi cara kerja Bupati Siak yang dinilai taktis dan agresif dalam menjemput bola. Politisi Fraksi PKB ini mengakui bahwa KITB adalah “tambang emas” ekonomi yang selama ini memerlukan sentuhan dukungan pusat yang lebih konkret agar dampaknya langsung menyentuh masyarakat luas.
Sebagai anggota dewan yang membidangi Energi, Lingkungan Hidup, dan Investasi, pelantun lagu “Laksmana Raja di Laut” tersebut berkomitmen penuh untuk mengawal aspirasi daerah ini di Jakarta. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki KITB harus dikelola dengan manajemen yang tajam agar tidak hanya menjadi wacana, melainkan sumber bisnis raksasa yang menguntungkan daerah.
Kunjungan reses ini menjadi titik balik bagi penguatan struktur ekonomi di Kabupaten Siak. Dengan adanya dukungan langsung dari legislatif pusat, tantangan yang selama ini membayangi KITB diharapkan segera terurai, sekaligus memperkuat kepercayaan para investor untuk menanamkan modal di kawasan industri terintegrasi tersebut.






